Bisnis.com, Jakarta – Pil dan dari Jepang Badan Eksplorasi Dirgantara (JAXA) Asteroid Ia dikenal karena berkedip di atmosfer sebelum mencapai Australia untuk pertama kalinya.
Menurut Express UK, kembalinya pil yang mengandung sampel steroid pada Selasa (8/12) menandai berakhirnya misi pembuktian keaslian tata surya dan penyebab kehidupan di Bumi.
Pada akhir minggu, pesawat luar angkasa Jepang, Hyabusa 12, meluncurkan rudal balistik kecil dan mengirim sampel ke Bumi.
JA XA telah mengumumkan bahwa tim pencari helikopter telah menemukan kapsul tersebut di lokasi pendaratan. Kapsul berukuran 40 sentimeter itu akhirnya selesai dalam waktu 2 jam. JA XA tweeted: “Penyimpanan kapsul di terminal selesai … selesai dengan damai.”
Selamat kepada Thomas Zurchen, Administrator Direktorat Misi Sains NASA untuk Badan Antariksa Jepang dan seluruh tim yang telah bekerja keras untuk misi penting ini.
“Bersama-sama, kita akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang asal mula tata surya, sumber air, dan molekul organik,” katanya di Twitter.
Sochi Noguchi, astronot Jepang yang saat ini sedang dalam misi enam bulan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional, mengatakan dia melihat “sususu” mengambang di atmosfer. Dia bilang dia tidak bisa tertangkap kamera tapi senang melihatnya.
Di penghujung tahun lalu, Hayabusa 2 merilis Asteroid Rugby yang jaraknya mencapai 180 juta mil. Setelah membuka kapsulnya minggu lalu, dia memulai perjalanan baru ke steroid lain.
Sementara itu, para ilmuwan meneliti steroid ekstremitas bawah, terutama bahan organik. Sampel ini diharapkan dapat memberikan steroid yang tidak terkontaminasi radiasi atau kondisi lainnya.
Misi sebelumnya adalah dengan Hayabusa 1. Pada tahun 2010 steroid kecil 25143 Etokawa dibawa. Ini membantu memberikan informasi kepada para ilmuwan tentang evolusi tata surya.
Sementara itu, kembalinya pil Hayabusa 2 akan bertepatan dengan pesawat luar angkasa NASA OSIRIS-REx yang baru-baru ini mencapai permukaan steroid benzena.
Kabar lain terkait situs tersebut datang dua minggu lalu dari China bahwa situs pendaratannya berhasil mengumpulkan dan mengemas sampel batuan bulan.
Masuk / Daftar
Bisnis Indonesia bersama dengan 3 media massa menggalang dana untuk membantu para profesional medis dan warga yang terkena virus kolera yang ditularkan oleh Yayasan Food Bar Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo donasi sekarang! Klik disini Untuk lebih jelasnya
“Pencinta kopi. Kutu buku alkohol yang ramah hipster. Pecandu media sosial yang setia. Ahli bir. Perintis zombie seumur hidup.”